Daya beli generasi millenial,generasi muda dalam properti

by Juli 24, 2017
BISNIS BLOG 0   51 views 0

Hidup di zaman yang semakin canggih dan segala sesuatunya sudah dipermudah dengan teknologi seperti saat ini memang sedang dialami oleh generasi muda kini. Saat ini para generasi millennial memang sering diperbincangkan karena dianggap memiliki karakteristik yang berbeda dengan generasi sebelumnya.

Ketika generasi millenial yang modern mulai berbaur di lingkungan kerja, sebagian orang lain mungkin merasa kewalahan dengan perilaku generasi ini di tempat kerja. Mereka sering mengandalkan multitasking dan teknologi untuk mendukung pekerjaan. Bahkan tidak jarang generasi millenial terlibat bentrok dengan sesama rekan kerja.

emang unik. Berbeda dengan generasi sebelumnya, yakni generasi X, generasi milenial yang lahir dari tahun 1980 hingga 2000, mendominasi pasar. Menurut hasil riset Goldman Sachs, di Amerika Serikat, angkatan milenial ini berjumlah 92 juta jiwa, jauh di atas jumlah generasi X (yang lahir antara tahun 1965 hingga 1979) yang berjumlah 61 juta. Itulah kenapa, banyak sekali riset yang mengungkap tentang karakter dan gaya hidup generasi milenial. Berikut adalah 7 hal yang paling mencolok dari riset Goldmand Sachs tentang generasi millennial.

Baca juga:

Bisnis online bitcoin yang sangat mudah

generasi millenial

Rumah (Properti)


Walaupun terbilang muda, generasi milenial memimpikan bisa membeli rumah suatu hari nanti, tapi mereka tidak berencana melakukannya dalam waktu dekat. Menurut survei Goldman Sachs, 30% dari generasi milenial sudah cukup puas tinggal di rumah orang tua.

Beberapa Riset yang dilakukan oleh Rumah123.com dan Karir.com. Hasil riset mengungkapkan kenaikan gaji normal di luar promosi sepanjang 2016 rata-rata sebesar 10 persen. Sementara, lonjakan harga rumah minimal 20 persen.

Artinya, pada lima tahun mendatang, generasi muda terancam tidak bisa membeli rumah. Sebab, kenaikan gaji mereka tidak berimbang dengan harga rumah di pasaran.

Disebutkan, jika generasi milenial masih lebih mengutamakan gaya hidup ketimbang kebutuhan jangka panjang, maka hasil riset itu bisa saja terbukti. Anak muda tidak bisa memiliki rumah dalam kurun waktu lima tahun lagi.

Khususnya untuk sahabat yang berbisnis, kecuali produkmu spesifik ditujukan untuk kalangan bayi atau manula, maka sahabat wajib memahami sifat dan perilaku millennial ini.

Saya pun pemilik sekaligus penulis ngotik.com termasuk generasi millennial dalam hal ini ngotik bisa bilang memang riset tersebut bisa terjadi karena properti setiap tahunnya naik dan kenaikan tersebut tidak juga naik gaji upah minimum apalagi dengan buruh atau pekerja yang upah minimumnya sangat rendah dikotanya namun propertinya naik membuat sulit mendapatkan rumah.

Namun saya percaya bahwa masih banyak cara untuk mendapatkan rumah atau property.

Komentar dengan 💗 di 👇🏾