Bisnis online dan offline – Semuanya untuk konsumen,bukan anda

by Januari 9, 2018

Bisnis online dan offline – Semuanya untuk konsumen,bukan anda Perubahan pada karakter yang terjadi pada seorang konsumen telah mengubah pemasaran  baik online maupun offline.Jika sebelumnya seorang konsumen cukup dengan memborbardir dengan iklan, sekarang ini para pemasar perlu menghadirkan sebuah konten yang kreatif, keren dan lebih harus dalam menawarkan sebuah produk atau jasa (Soft selling), namun harus mampu menarik perhatian.

 

Bisnis online dan offline – Semuanya untuk konsumen,bukan anda

 

Dalam membantu konsumen mencari produk anda, anda harus menggunakan teknik offline dan online karena supaya hasil nya sangat maksimal. Seorang konsumen saat ini memegang kendali penuh dalam urusan media, baik itu media elektronik seperti TV , Radio, Media sosial dan lainnya  sebagai sarana pemasar.  Yang jelas pada zaman sekarang (Zaman now) saat ini masyarakat kini tidak mau begitu saja dijejali oleh iklan atau promosi yang itu-itu saja. Tidak percaya, satu hal yang pasti kebanyakan dari kita akan bosan jika terus menerus di berikan (sodori) iklan secara terus menerus atau berulang-ulang. Dua kali setelah melihat iklan tersebut, kita akan melewatkannya. Lihat aja Facebook ads, Sponsored post di Instagram atau konten sejenisnya. Berapa lama kita memperhatikan sebelum akhirnya melewatkan begitu saja.

Baca juga : Marketing virus -teknik berbahaya marketing

Di zaman sekarang (Zaman now) ketika konsumen tidak lagi mudah percaya rayuan iklan seperti saat ini, para pemasar harus berpikir keras untuk mengirimkan pesan kepada calon konsumen. Bagi konsumen pun , materi iklan tradisional terkait fitur produk dan layanan sudah tidak lagi menarik.Sekarang waktunya pemasar menggunakan content marketing.

Istilah content marketing memiliki beberapa arti. Content marketing dapat diartikan sebagai pendekatan pemasaran yang berfokus pada penciptaan dan penyampaian konten bernilai, relevan , dan lebih konsisten guna menarik perhatian pelanggan. Karena itu content marketing lantas banyak menggunakan teknik story telling. Ini sebenarnya merupakan teknik konvensional seorang penulis untuk menghasilkan engagement dengan pembaca dan pendengarnya. Dengan bercerita audiens akan lebih mudah menerima sebuah pesan yang disampaikan. Content marketing perlu media agar bertemu dengan calon targetnya atau calon pelanggannya. Jangan lupa bahwa kita harus menggabungkan antara offline dan online supaya bisa meraih hasil yang maksimal.

Mendapatkan perhatian dari konsumen memang suatu yang langa pada era sekarang ini.Seperti yang kita ketahui, konsentrasi sebagian besar maryarakat saat ini terpacu pada smartphone atau gadget.Pemasar saat ini harus berusaha agar audiens mereka bukan hanya aware akan content marketing yang dibuat tapi juga mau bertanya, meng klik, download ,upload, comment ,share ,like dan sebagainya.

 

 

 

 

Komentar dengan 💗 di 👇🏾

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.